Hai, Cinta Pertama

Hai, Cinta Pertama



Hai, cinta pertama
Aku masih mengingatmu. Sangat jelas mengingatmu.
Waktu itu, 7 tahun lalu, dalam sebuah reuni SMA kita bertemu.
Ah, tidak mungkin kamu mengingatnya, jelas hanya aku yang mengingatnya.
Karena, aku yang jatuh cinta padamu.

Entah apa yang sedang diributkan semua orang saat itu. Aku tidak ingat.
Yang aku ingat, hanya kamu yang duduk di depan sedang berbicara dan semua mendengarkan.
Tiba-tiba aku jatuh cinta padamu.
Bukan, bukan pada wajahmu, tapi pada suaramu.
Aku masih ingat suaramu yang renyah tapi penuh wibawa.
Ah, tahu apa aku soal wibawa?
Saat itu, aku hanya gadis yang baru lulus SMA. Belum tahu kata wibawa apalagi memahaminya.

Konyol, aku jatuh cinta padamu hanya karena suara.
Ini pasti bukan cinta. Ini hanya kagum.
Aku tidak mungkin jatuh cinta padamu.

Hai, cinta pertama
Ternyata aku salah.
Semakin aku menolaknya, semakin aku sadar kalau aku jatuh cinta padamu.
Bukan hanya pada suaramu, tapi juga pada sosokmu.
Aku jatuh cinta pada caramu berbicara.
Aku jatuh cinta pada suara renyahmu.
Aku jatuh cinta pada tubuh kurusmu.
Aku jatuh cinta pada obrolan-obrolan pertama kita.

Kamu tahu?
Jika seorang gadis jatuh cinta, maka dia akan berubah menjadi lebih hebat dari agen FBI sekalipun.
Tentu saja, dengan cepat aku tahu semua tentangmu.
Aku tahu nama lengkapmu.
Aku tahu berapa jumlah saudaramu.
Aku tahu alamat rumahmu.
Aku tahu bacaan favoritmu.
Aku tahu siapa sahabatmu.
Bahkan, aku tahu semua kabar burung tentangmu.

Hai cinta pertama
Maafkan aku yang suka mencari alasan untuk mengobrol denganmu, meskipun hanya lewat sms
Maafkan aku yang sering menanyakan pertanyaan aneh padamu sampai akhirnya kamu bilang tak tahu jawabannya.
Tapi,
Aku bahagia.
Aku bahagia dengan semua perbincangan kita.

Hai,cinta pertama,
Selamat berbahagia.
Aku dengar kamu sudah memiliki kisah romantis dengan teman sekelasmu.
Seorang gadis dengan senyum manis, yang kemudian kuketahui namanya.
Aku tidak patah hati. Sungguh.
Aku tidak hancur. Percayalah.
Mungkin ini saatnya aku mengeluarkan air mata yang jarang mengalir di pipiku.
Saat itu, aku hanya berdo'a pada Tuhan :
"Tuhan, semoga aku dipertemukan dengan 'kamu' yang lain dalam hidupku.

Hai, cinta pertama
Aku baik-baik saja.
Aku memang jarang mengirimimu SMS.
Aku sibuk.
Tapi aku baik-baik saja.

Hai, cinta pertama
Do'akan agar aku bisa bahagia juga.
Kini, aku sudah memulai kisah romantis bersama seseorang.
Meskipun, orang itu bukan 'kamu' yang lain.
Tapi, aku juga ingin bahagia

Hai, cinta pertama
Aku patah hati
Kisahku selesai.
Entah kenapa, tiba-tiba aku ingin mengingatmu.
Semoga kamu masih bahagia disana.
Aku baik-baik saja.

Hai, cinta pertama
Bagaimana kabarmu sekarang?
Aku tahu kamu pasti baik-baik saja.
Tentu saja,
Karena setiap pagi aku yang melihatmu tersenyum
Karena setiap malam aku melihatmu memejamkan mata
Karena setiap hari kau akan mengecup keningku dan berkata 'I love you'

Rahasia Tuhan memang mengejutkan.
Terimakasih Tuhan, karena cinta pertamaku adalah kamu.

Labels