Sepotong Hati Yang Baru Tere Liye : Cerita Ringan Yang Mudah Masuk Ke Hati
Pengarang : Tere Liye
Penerbit : Mahaka Publishing
Cetakan : April 2013 (keempat)
Jumlah Halaman : vi + 206 halaman
2 tahun di tinggal di negri Gajah Putih, membuat saya sedikit terasing dari dunia perbukuan. Jujur, selama disini saya jarang sekali membaca buku, nongkrong di toko buku atau sekedar update buku baru. Bukan apa-apa, karena saya kesusahan mengakses buku-buku tersebut. Sebenarnya ada sih buku ber bahasa
Inggris, tapi sebagai pecinta Bahasa Indonesia saya jadi agak kurang tertarik baca buku Bahasa Inggris hehehe. Kalaupun ada teman yang pulang ke Indo saya gak berani titip banyak-banyak, harga bagasi mahal dan berat yang jadi pertimbangan saya, jadilah saya hanya nitip 1-2 buku yang tentunya khatam dalam waktu seminggu.
Inggris, tapi sebagai pecinta Bahasa Indonesia saya jadi agak kurang tertarik baca buku Bahasa Inggris hehehe. Kalaupun ada teman yang pulang ke Indo saya gak berani titip banyak-banyak, harga bagasi mahal dan berat yang jadi pertimbangan saya, jadilah saya hanya nitip 1-2 buku yang tentunya khatam dalam waktu seminggu.
Dalam perjalanan dari Hat Yai ke Bangkok kemarin, saya meminjam buku teman saya untuk menjadi teman dalam perjalanan. Perjalanan lama di kereta tentunya akan lebh menarik jika diisi dengan membaca buku. Buku yang saya baca adalah buku Tere Liye yang berjudul sepotong hati yang baru, buku yang sudah cukup lama memang tapi belum sempat saya baca. Buku ini bukanlah novel, tapi merupakan kumpulan dari 8 cerita pendek. Saya cukup menikmati gaya bahasa Tere Liye yang mendayu-dayu namun tidak terkesan lebay. Ya karena saya suka gaya bahasa yang sedikit puitis hehehe.
Cerpen yang pertama berjudul � Hiks, Kupikir itu Sungguhan� bercerita tentang dua gadis remaja yang menyukai satu orang yang sama, bernama Rio. Inti dari cerita ini adalah tentang �rasa GR�, kedua gadis tersebut menyangka kalau Rio suka pada mereka karena sikap baiknya. Cukup membuat saya tersenyum geli di akhir cerita.
Cerpen kedua berjudul "Kisah Sie Sie", menurut saya kisah yang sedikit menyedihkan. Cerita dimulai dengan kisah klasik tentang seorang gadis miskin bernama Sie Sie yang terpaksa menikah dengan seorang pemuda kaya untuk mengobati ibunya, pemuda tersebut menikahi Sie Sie hanya untuk mendapatkan warisan ayahnya. Di awal pernikahan Sie Sie berjanji untuk membuat dia dan suaminya saling mencintai, meskipun Sie Sie tahu kalau perangai suamniya sangat buruk. Akhirnya Sie Sie berhasil membuat suaminya jatuh cinta, tapi sayang cerita perjuangan Sie Sie untuk membuat suaminya jatuh cinta padanya agak kurang greget menurut saya :)
Cerpen ketiga memiliki judul yang sama dengan bukunya "Sepotong Hati Yang Baru", bercerita tentang seorang pria yang menolak seorang gadis yang meninggalkannya dulu, padahal pria tersebut masih sangat mencintainya. Pesan dari cerita ini adalah cinta bukan hanya sekedar "mencintai", "menyayangi", "memaafkan" tapi juga "harga diri" dan "rasionalitas"
Cerpen keempat berjudul "Mimpi-mimpi Sampek Engtay", bercerita tentang kisah cinta yang terjadi di sekolah biksu. Sayangnya cinta mereka tidak bisa bersatu , karena ternyata si gadis adalah seorang putri kerajaan yang menyamar menjadi biksu murid. Cerita mulai panas saat si pria patah hati karena gadis impiannya harus menikah dengan seorang pangeran, bersamaan dengan itu terjadilah peperangan antara Kerajaan dan sekolah biksu yang dianggap sebagai pemberontak. Karena memendam luka yang sangat dalam, sang pria berhasil mengeluarkan senjata rahasia yang menyebabkan kekalahan di pihak kerajaan. Cerita berakhir tragis karena si gadis harus meninggal tepat di depan mata si pria. Cerita ini lumaya bikin saya menarik nafas cukup panjang hehehe.
Cerpen ke lima berjudul "Itje Noerbaya dan Kang Djalil",ceritanya mirip seperti cerita "Mimpi-mimpi Sampek Engtay" dimana tokoh perempuan harus meninggal di depan tokoh laki-laki. Latar belakang cerita ini tentang perlawanan melawan VOC Belanda oleh rakyat Indonesia. Sedikit cerita yang agak klasik , tapi yang menarik disini adalah Tere Liye menggunakan ejaan lama . Cukup menantang dibaca :)
Cerpen keenam berjudul "Semua Wanita Cantik", dikemas dengan jalan cerita yang cukup unik. Kecantikan disini tidak lagi dibeli dengan uang, tapi dengan kerja keras. Setiap wanita yang bekerja keras akan bertambah cantik, sebaliknya wanita yang malas-malasan akan bertambah jelek. Pesan dari cerita ini adalah "kecantikan bukan hanya masalah fisik"
Cerpen ketujuh merupakan salah satu cerpen yang paling berkesan bagi saya. Cerpen yang berjudul "Percayakah Kau Padaku?" terinspirasi dari kisah Rama dan Shinta ( membuat saya ingin membaca cerita Rama dan Shinta secara keseluruhan haha). Cerita ini berkisah tentang seorang ayah yang berdongeng pada anaknya yang telah meninggal, yang ternyata dongen tersebut dialami oleh sang ayah. Inti dari cerita ini adalah bahwa sesungguhnya yang paling sulit dalam menjalani sebuah hubungan adalah kepercayaan.
Cerpen terakhir yang juga meninggalkan kesan mendalam bagi saya , berjudul "Buat Apa Disesali?", kalau saya baca dari epilog di akhir cerita, sepertinya cerita ini terinspirasi dari kisah nyata. Bercerita tentang dua orang yang saling mencintai sedari mereka kecil, namun pada akhirnya tidak bisa bersatu karena ditentang oleh sang ayah. Dengan berbagai cara akhirnya sang Ayah berhasil memisahkan mereka, si pria akhirnya menikah dengan wanita lain, sementara si gadis tetap bertahan untuk mencintai pria tersebut. Silahkan baca sendiri karena cukup mengharukan :)
Secara keseluruhan buku ini bagus untuk dibaca, ringan dan mudah sekali masuk ke dalam hati kita. Banyak pesan moral yang bisa kita ambil dari setiap cerita. Buku ini pasti habis kalian baca tidak kurang dari 2 jam saja J
