Hangatnya Kenangan Dari Segelas Teh Tarik

Kemarin sore, suami saya membawakan 2 sachet Teh Tarik instan oleh-oleh dari temannya yang baru saja pulang dari Malaysia. Rasanya senang sekali bisa mencicipi Teh Tarik lagi, meskipun tidak seenak aslinya tapi cukup untuk memunculkan memori-memori selama di Thailand. Hemmt, apa hubungannya Teh Tarik dan Thailand? Bukannya Teh Tarik asalnya dari Malaysia?
Teh Tarik memang terkenal berasal dari Malaysia, tetapi di Thailand bagian selatan Teh Tarik jadi minuman yang cukup terkenal dengan nama "Cha Yin". Saat pertama kali di Thailand inilah saya berkenalan dengan Teh Tarik, Rasa manis yang kuat dan kentalnya campuran antara susu dan teh membuat saya langsung jatuh cinta.
Tidak hanya sekedar rasa, Teh Tarik bagi saya menyimpan sejuta kenangan hangat selama berada di Negri Gajah Putih. Ketika pertama kali saya menginjakkan kaki di Negri Gajah Putih, Teh Tarik lah yang menyambut saya. Ajaib, Teh Tarik berhasil menghilangkan kegugupan saya karena pertama kali berada di negri asing. Sepulang kerja, biasanya saya dan teman-teman akan segera berburu Teh Tarik dingin untuk melepas dahaga. Setelah itu kami akan berjalan pulang bersama sambil sesekali menyeruput Teh Tarik diselingi obrolan ringan tentang bagaimana kami melewati hari di kantor tadi.
Jika weekend tiba, kami akan duduk dengan santai di sebuah kedai makan sambil meyeruput segelas Teh Tarik hangat ditemani semangkuk canai atau sup sapi. Dari segelas Teh Tarik itulah, terkadang kami membuka obrolan hangat mulai dari masa depan, mimpi, masa lalu sampai hal-hal konyol yang kami akhiri dengan tawa terbahak-bahak.
Teh Tarik bagi saya bukanlah campuran teh dan susu biasa, lebih dari itu, Teh Tarik adalah campuran kehangatan manisnya kenangan, perjuangan, luka, kebahagiaan dan kesedihan kami di Thailand.