Tips Memilih Kontrakan untuk Pengantin Baru
Konsultasi Ibu Muda
"Tinggal dimana sekarang?"
Biasanya pertanyaan di atas jadi salah satu Frequently Asked Questions buat para pengantin baru atau pasangan muda. Sebagian dari kita mungkin ada yang menjawab tinggal di rumah mertua, orang tua, atau kontrak rumah. Waktu masih jadi pengantin baru *cieh* saya dan suami memilih untuk mengontrak, alasannya kami ingin hidup mandiri dan kebetulan rumah mertua dan orang tua juga beda kota dengan tempat kerja kami. Jadi ya mau gak mau harus ngontrak deh.
Sebagai pengantin baru yang harus hidup mandiri, urusan kontrak-mengontrak rumah lumayan bikin kami pusing tujuh keliling. Kami ngerasa blank aja buat urusan kontrak rumah ini. Kami gak tau apa yang harus diperhatiin kalau mau ngontrak rumah, harus yang kaya gimana, lokasinya gimana, bangunannya gimana dll. Secara dulu waktu belum nikah kan kami tinggal di rumah ortu masing-masing dan udah terima beres aja hehe. Dulu saya sih pernah juga ngontrak pas kuliah, tapi kalau pas kuliah mah saya gak mikir sampe sana, soalnya kontrakannya cuma dipake numpang tidur doang hihi. Kalau udah nikah beda dong ya, kita gak cuma numpang tidur doang, banyak yang harus dikerjain bareng di rumah hihi.
Hemmt, jadi berdasar pengalaman saya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pasangan muda kalau mau ngontrak rumah.
1. Budget
Hal pertama yang saya pertimbangkan saat mengontrak rumah adalah soal budget. Karena baru jadi pasangan muda yang baru meniti awal kehidupan *ceileh* pastinya budget menyesuaikan sama tabungan lah ya hihi. So, budgetnya saya buat seminimalis mungkin, biar tabungannya gak habis buat bayar kontrakan doang.
2. Lokasi
Setelah budget, hal kedua yang jadi pertimbangan saya adalah soal lokasi. Kalau saya yang penting bisa deket sama tempat kerja, biar hemat ongkos transportasi gitu ceritanya hehe. Tentukan juga kita mau lokasi di tengah kota atau pinggir kota. Oh ya, Jangan lupa buat range lokasi, misal radius maksimal 5 KM dari tempat kerja atau 20 menit dari tempat kerja. Biasanya lokasi menentukan budget, kalau lokasinya di tengah kota harganya bisa melangit, tapi kalau pinggiran kota, budget bisa lebih minimalis.
Terus gimana kalau tempat kerja kita dan suami berjauhan? Enaknya cari kontrakan dimana? Silahkan rundingkan dulu sama suami, bisa ambil alternatif di tengah-tengah atau salah satu yang ngalah. Waktu awal menikah saya juga sempat dilema, karena tempat kerja saya dan suami jauh banget. Akhirnya setelah kami diskusi, diputuskanlah suami yang ngalah, kami cari kontrakan yang deket tempat kerja saya. Alasannya, kalau saya hamil cepet gak terlalu repot dan bikin khawatir hihi. (Love youuuu *apasih*)
3. Spesifikasi (Spek)
Pertimbangan selanjutnya adalah spesifikasi *cieh kaya HP aja hihi*. Sebelum cari kontrakan saya sudah menentukan spesifikasi atau kriteria calon rumah kontrakan. Misal, saya cari kontrakan dengan spesifikasi minimal 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang tamu, dapur, lantai sudah keramik dan atap sudah plafon/ternit. Spesifikasi rumah kontrakan tergantung kebutuhan kita, mungkin kita cuma butuh 1 kamar tidur, yang penting lantainya sudah keramik. Atau mungkin kita butuh spesifikasi lainnya seperti garasi mobil, halaman luas dll.
4. Listrik dan Air
Nah ini juga hal yang gak boleh kelewat kalau mau cari kontrakan. Keliatannya sepele ya? Tapi ternyata ngaruh banget *trustme*. Dulu saya gak mempertimbangkan 2 hal ini, eeeh malah saya yang jadi kerepotan sendiri T_T . Sebelum memilih kontrakan jangan lupa tanya daya listrik calon rumah kontrakan kita, ada rumah yang berdaya 450 watt, 900 watt, atau 1300 watt. Pengalaman saya sih kalau buat berumah tangga, cari yang lebih dari 450 watt, soalnya kalau buat berumah tangga kita bakal butuh banyak daya, mungkin besok kita bakal punya kulkas, mesin cuci, dll. Nah kalau cuma 450 watt itu gak cukup, hasilnya malah sering jeglek huhu.
Selanjutnya adalah air, emang kenapa sama air? Waktu pertama kali ngontrak saya baru tau kalau sumber air itu ternyata ada 2, PAM dan sumur *please jangan ketawa*. Saya kira semua rumah sama pakai sumur, soalnya di rumah saya pake sumur. Dan kalau boleh kasih saran, mending cari rumah yang pake sumur aja, soalnya kalau PAM banyak menderitanya :( . Sering mati dan ngalirnya dikit banget duh merana lah. Eh tapi, pake sumur juga bukan berarti lancar jaya, kadang-kadang mesin pompa mati atau air sumur kering, tapi menurut saya lebih mending lah kalau pake sumur.
5. Lingkungan
Selanjutnya pertimbangkan juga soal lingkungan, cari lingkungan yang aman dan nyaman, gak rawan maling, preman, bebas dari orang mabuk atau rusuh-rusuh. Kalau saya suka menambahkan cari yang deket sama masjid, biasanya lingkungannya aman sekaligus bisa bangunin kita pas subuh hihi. Kita juga bisa memilih mau lingkungan perumahan atau perkampungan. Perumahan atau perkampungan pasti ada plus minusnya, biasanya kalau perumahan orang-orangnya lebih individualis dan memiliki kesibukan yang sama (rata-rata kantoran). Kalau perkampungan orang-orang lebih rame dan beragam, dan kita harus bersosialiasi lebih banyak.
6. Kondisi Rumah
Yang terakhir pertimbangkan juga kondisi rumah, gentengnya bocor atau tidak, sudah banyak yang lapuk atau belum dsb. Kalau pertimbangan yang ini agak susah sih, soalnya baru bisa ketauan pas udah ditempati. Solusinya kita bisa buat kesepakatan sama pemilik kontrakan, misal kalau setelah kita tempati ada genteng yang bocor atau kusen yang lapuk, minta pemilik kontrakan untuk segera memperbaikinya.
Nah, kalau sudah mempertimbangkan hal-hal di atas, sekarang saatnya kita berburu kontrakan. Jangan salah, berburu kontrakan itu benar-benar menguras emosi, tenaga, waktu, biaya, dan pikiran. Kadang udah cocok sama harga tapi speknya gak sesuai, atau cocok sama speknya gak cocok sama biaya. Kebanyakan sih cocok spek tapi gak cocok biaya hahaha. Makanya ada beberap tips yang saya praktekan saat mencari kontrakan :
- Cari Kontrakan Jauh-jauh Hari
Nyari kontrakan itu emang kaya nyari jodoh, susah-susah gampang dan tergantung cocok-cocokan. Kadang juga tergantung nasib dan takdir haha. Biasanya waktu kita gak butuh kontrakan info kontrakan sliweran aja di depan kita, eh tapi pas kita lagi butuh susah banget cari infonya. Makanya cari kontrakannya jauh-jauh hari dan jangan mepet! Pengalaman saya sih, cari kontrakan sampe 2-3 bulan sendiri itu udah sama cari info+survey nya. Lelah hayati bang T_T
- Cari dan Sebar Info
Rajin-rajin cari info kontrakan, jangan dikira info kontrakan bakal datang sendiri. Kita lah yang harus aktif nyari, ikut grup di FB, buka O*X, cari di koran, tanya-tanya ke orang. Alternatif lainnya kita bisa datang langsung ke lokasi yang diincar, terus tanya-tanya ke masyarakat sekitar atau bisa juga cari rumah yang ada tulisan "DIKONTRAKAN".
Selain cari info jangan lupa sebar info "kalau kalian lagi cari kontrakan", bisa melalui update status FB, BBM, atau broadcast kaya orang jualan haha. Biar temen-temen kita inget kalau kita lagi cari kontrakan hihihi.
- Survei Langsung
Kalau sudah dapat info dan kira-kira sesuai kriteria, kita harus survei langsung. Jangan percaya sama foto, karena terkadang foto bisa menipu. Saya udah berkali-kali ketipu sama foto, keliatannya di foto bagus ternyata begitu survei bikin kecewa. So, survei langsung itu penting banget !!!
- Jangan Buru-buru tapi juga Jangan Lama-lama
Udah dapet yang cocok? Jangan buru-buru dulu ! Pastikan semua kriteria terpenuhi dan kita udah mantep banget. Kalau bisa tanya sama tetangga sekitar tentang rumahnya. Nah kalau udah mantep bangeeeeeet, baru deh kita booking kontrakannya. Jangan lupa bookingnya pakai DP (uang muka) ya, biar gak kesamber orang.
- Stop Mencari Kalau....
Kalau sudah dapat dan mantap, apalagi sudah DP, stop mencari atau iseng-iseng liat kontrakan lainnya. Kadang-kadang kita bisa nemu yang (keliatannya) cocok dan itu bisa bikin kita galau dan ragu. So, daripada nyesel mending gak usah liat yang lain :p
Yah kira-kira gitu deh tips memilih kontrakan untuk pengantin baru atau pasangan muda. Semoga bermanfaat dan selamat berburu kontrakan ^^
