Musashi

Musashi

GambarSaya mendapatkan rekomendasi buku Musashi dari seorang teman saya, dia bilang bahwa buku ini merupakan buku yang luar biasa yang menjadi semangat orang Jepang hingga saat ini. Langsung saya menuju toko buku untuk melihat buku tersebut, dan waw! bukan hanya tebal bukunya yang fantastis tapi juga harganya (untuk ukuran anak SMA yang sedang merantau) juga fantastis! Akhirnya dengan tekad kuat saya mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk membeli buku itu.

Hasilnya sungguh tidak mengecewakan, buku itu benar-benar luar biasa dan menajdi salah satu buku inspirasi saya. Berikut saya berikan sedikit rangkuman mengenai cerita Musashi. Sumber:http://id.shvoong.com/books/novel-novella/1705996-musashi/#ixzz1qP85VQ2K
"Miyamoto Musashi adalah anak desa yang bercita-cita menjadi samurai sejati. Di tahun 1600 yang penuh pergolakan itu, ia menceburkan diri ke dalam Pertempuran Sekigahara, tanpa menyadari betul apa yang diperbuatnya. Setelah pertempuran berakhir, ia mendapati dirinya terbaring kalah dan terluka di tengah ribuan mayat yang bergelimpangan. Dalam perjalanan pulang, ia melakukan tindakan gegabah yang membuatnya menjadi buronan hingga seorang pendeta Zen berhasil menaklukkannya.Otsu, gadis cantik yang mengaguminya, membebaskan Musashi dari hukumannya, tapi Musashi kembali tertangkap. Selama tiga tahun ia mesti menjalani kehidupan mengasingkan diri, dan masa-masa itu dipergunakannya untuk menyelami karya-karya klasik Jepang dan Cina. Setelah bebas kembali, ia menolak diberi jabatan sebagai samurai. Selama beberapa tahun berikutnya, ia mengejar cita-citanya dengan tekad penuh mengikuti Jalan Pedang, dan menjadi samurai sejati.Lambat laun ia mengerti bahwa mengikuti Jalan Pedang bukan sekedar mencari sasaran untuk mencoba kekuatannya. Ia terus mengasah kemampuan, belajar dari alam dan mendisiplinkan diri untuk menjadi manusia sejati. Ia menjadi pahlawan yang tidak mau menonjolkan diri bagi orang-orang yang hidupnya telah ia sentuh atau telah menyentuh dirinya.Ujian puncak baginya adalah ketika ia harus bertarung melawan Sasaki Kojiro, saingan terberatnya yang masih muda dan sangat tangguh. Mereka akan mengadu kemampuan, dan Musashi ingin membuktikan bahwa kekuatan dan keterampilan bukan satu-satunya yang bisa diandalkan untuk menentukan kemenangan. Cerita dimulai dari keadaan setelah pertempuran Sekigahara. Saat itu dapat dianalogikan sebagai saat Musashi dalam kandungan. "Janin" tersebut masih bernama Takezo. Seorang samurai kalah perang yang harus menjalani hidupnya sebagai ronin. Adalah Takuan yang bertindak sebagai bidan yang membidani kelahiran Musashi. Gemblengan Takuan merupakan proses yang harus dijalani Musashi setelah "kelahirannya". Takuan adalah guru sekaligus orang tua bagi Musashi. Musashi menjalani masa pendidikan dasarnya dibimbing Takuan.Memasuki jalan pedang merupakan pendidikan lanjutan yang harus dijalani Musashi sebagai konsekuensi yang harus ditanggung atas keputusan yang diambil.Cerita sedikit diperhalus dengan kehadiran Otsu"

Ada beberapa tokoh yang cukup berperan penting dalam buku ini yaitu Miyamoto Musashi sebagai tokoh utama, Takuan si Guru, Otsu gadis cantik khas Jepang, dan Sasaki Kojiro sebagai musuh akhir Musashi. Selain itu ada bebrapa tokoh pendukung yang juga memiliki peranan penting dalam buku ini yaitu Matahachi.
Menurut saya buku ini mengajarkan kita mengenai arti kerja keras, ketekunan, dan sikap yang tenang dalam menghadapi berbagai masalah. Sikap tenang ini diperlihatkan oleh Takuan dalam menghadapi Musashi, pada akhirnya Musashi juga memiliki sikap yang luar biasa tenang. Sikap sabar, lembut, dan perhatian juga ditunjukkan oleh Otsu, Menurut saya Otsu merupakan gambaran seorang wanita yang ideal, meskipun dengan sikapnya yang lemah lembut dan "sangat wanita" tapi dibalik itu semua Otsu memiliki kekuatan yang luar biasa untuk mengejar keinginannya, pantang meneyrah dan terus berjuang. Otsu merupakan sosok wanita kuat dibalik kelembutannya. Tokoh lainnya adalah Sasaki Kojiro yang memperlihatkan sikap sembrono serta sombong, hal ini dilakukan juga oleh Matahachi yang bersikap terburu-buru tanpa mempertimbangkan baik buruknya. Hasilnya hidup Sasaki dan Matahachi sungguh mengenaskan, Sasaki dikalahkan oleh Musashi dan Matahachi harus hidup dengan kebohongan.
Buku ini mengajarkan kita bahwa siapapun yang berjuang keras dan tekun pasti akan mendapatkan hasilnya, dan siapapun yang mudah menyerah dan putus asa maka dia harus berpuas diri dengan apa yang didapatkannya saat itu. Pelajaran lain yang dapat diambil adalah pentingnya bersikap tenang dan berkepala dingin dalam menghadapi berbagai masalah. Sedangkan sikap terburu-buru bisa membuat kita celaka nantinya. Hal ini dapat kita lihat dalam buku Musashi, betapa banyak samurai yang mati sia-sia hanya karena dia bersikap terburu-buru dan mudah tersulut emosi.
Buku ini benar-benar menginspirasi, maka pantas saja jika buku ini dikatakan sebagai "fondasi" semangat orang-orang Jepang. Tidak ada salahnya kita mengambil sedikit inspirasi dan semangat dari negeri matahari ini. Selamat Membaca !!!!

Labels