23 Episentrum

23 Episentrum

GambarSetelah sempat tertunda untuk beberapa lama akhirnya saya berhasil membeli dan membaca buku ini, setelah sebelumnya saya mendapat promosi dari penulisnya langsung pada acara NFEC di Jakarta bulan Juni lalu. Saya penasaran dengan judul buku ini, mengapa berjudul 23 Episentrum?Ternyata setelah saya baca buku ini menceritakan tentang kisah 23 orang-orang yang berhasil menemukan passionnya. Buku bersampul warna kuning ini terdiri dari 2 buku, buku pertama merupakan novel dan yang kedua merupakan suplemen 23 kisah orangt-orang yang berhasil menemukan passionnya.

Untuk Novel 23 Episentrum sendiri mengisahkan tiga tokoh, yaitu Matari seorang gadis yang bercita-cita menjadi News Anchor, Awan seorang pegawai Bank yang mempunyai mimpi untuk membuat naskah film, dan Prama seorang yang bisa dikatakan sukses besar dengan studi dan pekerjaannya namun masih merasa ada sesuatu yang kosong. Perjalanan mereka tentunya tidak semudah yang dibayangkan, untuk menjadi News Anchor Matari harus bergelut dengan berbagi proses yang menjadikannya layak untuk tampil di depan dengan segudang tuntutan dari kantor, serta Awan yang harus stress berjuang melawan hari-harinya menjalani kehidupan menjadi pegawai Bank yang bukan pilihannya. Sang ibu bersikeras agar Awan bisa menjadi seperti almarhum ayahnya yang juga seorang pegawai Bank, padahal Awan merasa hatinya tidak disitu. Berbeda dengan Awan dan Matari di atas Prama mulai merasa bingung dengan hidupnya, sukses studi dan karir sudah berhasil ia dapatkan, uang tidak menjadi masalah tetapi masih saja ada yang terasa kosong, dan dimulailah perjalanannya untuk mencari hal yang bisa mengisi hidupnya.

Buku Suplemen dari edisi ini menceritakan tentang macam-macam perjalanan 23 orang yang berhasil menemukan passionnya dan kemudian menjalaninya dengan hati. Banyak seklai nilai, inspirasi, dan motivasi yang bisa kita ambil disini. Bahwa memang hidup butuh perjuangan dan pengorbanan dan yang lebih penting lagi melakukan sesuatu dengan hati akan selalu memberikan kita dan orang lain kebahagiaan tersendiri.

Dibandingkan dengan buku Mbak Adenita sebelumnya (9 Matahari), buku ini lebih menarik untuk dibaca. Sukses terus untuk Mbak Adenita ! Buku ini dikemas dengan gaya bahasa yang apik, sederhana dan cukup menginspirasi. Ceritanya simple tapi bisa langsung mengena, menurut saya buku ini sangat cocok untuk orang yang baru saja menyelesaikan studi dan masih "galau" mau kemana, namun buku ini bisa juga dijadikan buku bacaan wajib bagi semua kalangan. Selamat Membaca !

Labels