Pernikahan Modern Umat Buddha di Thailand

Pernikahan Modern Umat Buddha di Thailand


Pernikahan selalu menjadi sesuatu yang membahagiakan bagi hampir semua orang. Dalam pesta pernikahan, kita selalu akan mendapati senyum dan tawa bahagia dari pengantin maupun tamu undangan. Bulan November kemarin, saya berkesempatan ikut dalam acara membahagiakan itu.Ya, setelah hampir 1,5 tahun absen dari kondangan, akhirnya saya bisa ke kondangan juga. Saatnya cari baju dan update foto hehehe. Momen ribet pernikahan selain untuk pengantin, juga berlaku untuk tamu undangannya. Biasanya kalau dapet undangan, kita akan sibuk cari baju, sepatu, sampai gaya jilbab. 

Nah, kali ini saya diundang ke pesta pernikahan adik rekan kerja saya yang beragama Buddha. Hemt, jadi gak perlu ribet baju kaya di Indonesia deh hehe, soalnya gak akan banyak undangan berhijab hihihi. Kalau di Indonesia, penikahan biasanya jadi ajang fashion show hijab hahaha, duh jadi out of topicnih. Saya senang sekali waktu tahu di undang, padahal saya gak kenal sama adiknya. Tapi dengan baik hatinya teman saya bilang  "I would like to show you, how is the wedding in Thailand". Waw, saya gak mau nyia-nyiain kesempatan ini dan langsung mengiyakan hehe. Oh ya, judul postingan ini saya tambahkan "umat Buddha" karena yang umat islam beda lagi :D

Acara dilaksanakan pada hari Sabtu sore, tanggal 30 Agustus 2014,  di hotel dekat pantai. Tapi acara ini cuma resepsinya aja, karena upacara agamanya (kalau di kita akadnya) dilaksanakan di Bangkok, kampung halaman pengantin wanita. Kapan-kapan saya bikin postingan tentang upacara agamanya juga. Akhirnya hari Sabtu yang ditunggu-tunggu datang juga, saya cuma pergi berdua sama teman saya. Pengen liat OOTD kita hari itu? Yuk cek fotonya hehehe.


Nah, santai banget kan? Saya aja cuma pakai aksesoris bros di kerudung. Temen saya malah pake sepatu kets, soalnya habis dari nikahan mau langsung cuss malmingan ke Mall hehehe. Saya dijemput sama rekan kerja saya di depan sekolah. Duh baik banget, padahal adiknya mau nikahan tapi masih sempet-sempetnya jemput saya hehe. Habis itu kami mampir rumahnya dulu, karena dia mau ganti baju. Selesai ganti baju, kami langsung cuss ke hotel. Ternyata acara baru di mulai jam 19.00 dan kami udah dateng dari jam 18.00. Saya dan teman saya jalan-jalan sebentar di dekat pantai sambil cari cemilan. Laper banget soalnya hihihi.

Suasana dekat hotel

Ngemil telor :D

Jalan dulu yuuk...hihihi

Jam 19.00 kami datang ke ruang acara, sebelumnya sempet foto-foto dulu sama pengantin yang ternyata emang sengaja diem di tempat foto. Kenapa? Untuk melayani tamu undangan yang pengen foto bareng hehehe. Selesai foto kami dipersilahkan duduk di meja. Dekorasi ruangan dan tata letak kursinya mirip seperti konsep pernikahan barat yang saya lihat di film-film. Tamu-tamu duduk melingkar dalam satu meja kecil dan disitu ada banyak meja. Acara resepsi ini hanya mengundang sedikit tamu, jadi hanya kerabat dan orang-orang yang dianggap dekat saja yang diundang. Makanya, gedungnya gak terlalu besar, ada sekitar 100 tamu undangan yang hadir.

Mejeng dulu aaah :D
 
Suasana ruang acara

Masih kosong :D

Sebelum acara dimulai, para tamu undangan sudah disuguhi camilan-camilan ringan  dan kalau habis akan ada pelayan yang terus mengganti makanan itu. Waw, saya yang kelaperan langsung cuss tanpa basa-basi, tentunya habis memastikan kalau itu halal :D. Makanan yang disajikan banyak banget, kalau dihitung total dari awal acara sampai selesai acara mungkin ada 8-9 menu yang disuguhkan. Hemmt, perbaikan gizi ini mah :p. Beberapa foto makanan yang sempet saya ambil hehehe






Tepat jam 19.00  MC mulai membuka acara. Acara pertama dimulai dengan kedatangan pengantin yang disambut tepuk tangan dari para tamu. Setelah itu pengantin naik ke panggung, kemudian MC menyapa pengantin dan berbasa-basi sedikit. Acara dilanjutkan dengan pemutaran video slide-show foto-foto kedua pengantin mulai dari mereka lahir, zaman sekolah, pertama kali ketemu, masa pacaran, sampai akad nikah kemarin. Seru ya bisa flashback gitu hehehe.  Acara selanjutnya adalah sambutan dari kepala daerah atau Pak RT. Yang jelas petinggi disitu, untuk memberikan ucapan selamat serta wejangan kepada pengantin. Juga untuk mengucapkan selamat menjadi warga disitu, karena pengantin wanita berasal dari Bangkok.
Pengantin masuk
Pengantin naik ke atas panggung
Pengantin di atas panggung

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan kue bersama. Setelah itu ada wawancara dari MC, tentang kesan pertama jadi pengantin, suka duka menjadi suami-istri, perubahan hidup setelah menikah, kebiasaan buruk yang baru ditemukan, apa yang disukai dari masing-masing pasangan. Dan banyak lagi pertanyaan lainnya, yang membuat suasana jadi rame. Hampir semua tamu undangan tertawa mendengar wawancara itu, kecuali saya ya. Saya harus nunggu translate-an dulu, maklum lah ngomongnya pake bahasa Thailand hehehe.

Suasana saat acara berlangsung

Masih ada yang sibuk main gadget hihi, btw foto ini gak sengaja ya hehe
Setelah itu acara bebas dan hiburan-hiburan, bagi tamu undangan yang ingin menyumbang nyanyian dipersilahkan. Atau pengantin yang ingin memberikan hiburan juga boleh :D. Berbeda dengan di Indonesia, disini pengantin yang mendatangi meja tamu satu persatu. Tamu undangan akan memberikan ucapan selamat dan do'a, juga kado pernikahan secara langsung. Disini lazimnya kado pernikahan berbentuk uang dalam amplop, jarang yang memberikan kado barang. Pengantin juga membagikan souvenir yang bisa kita pilih sesuai selera kita. Sayang, saat pembagian souvenir saya lupa ngambil. Karena terlalu sibuk merhatiin pengantin dan ngobrol :(.

Jam 21.00 acara belum selesai tapi kami mau pamit duluan karena mau jalan-jalan ke Mall. Takut kemaleman hehehe. Saya mencari rekan kerja saya, berpamitan dan mengucapkan terima kasih atas undangannya. Benar-benar pernikahan yang berkesan dan beda :). Mungkin bisa saya pakai konsep ini di pernikahan saya besok hehehe *Ngarep*. Maafkan foto-fotonya yang kurang jelas dan gak profesional ya hehehe

Labels