Tentang LDR ku

Tentang LDR ku


Maaf, maaf sayang untuk hari-hari yang sulit ini. 

Kenyataan bahwa aku merasa datar dengan hubungan kita. Kenyataan bahwa akhir-akhir ini aku tidak seperti saat awal kita bersama.

Apakah ini pertanda aku bosan?Aku tidak tahu pasti jawabannya. Apakah kita sudah memasuki fase "mulai mencari hidup sendiri " seperti yang kita bicarakan dulu?


Ini bukan berarti aku tidak mencintaimu lagi, perasaanku masih sama seperti saat aku pertama kali mencintaimu, malah semakin bertambah.

Ini bukan berarti aku menemukan seseorang yang lain disini. Tidak, sama sekali tidak ada yang bisa menggantikanmu di hatiku. Tidak ada yang bisa menjadi "apple of my eye" selain kamu. Dan tidak ada yang bisa mengalihkan pandanganku padamu siapapun dia.

Tapi rasanya, aku mulai merasa LDR terlalu berat bagiku.

Rasanya, tulisan,  chating, sudah tidak cukup lagi untuk mengungkapkan semua perasaanku padamu. 

Hanya saja, aku ingin mendengar suaramu langsung, aku ingin melihat senyummu, aku ingin makan bersamamu, bercerita hal-hal kecil dan terkadang hal yang tidak masuk akal sekalipun. Aku ingin pergi bersamamu dan tertawa bersamamu. Aku ingin menikmati segelas kopi hangat bersamamu atau membaca buku bersama meskipun kita hanya diam.

Dan sekarang kesabaranku rasa-rasanya sudah mau habis. Kerinduanku sudah sampai di puncaknya.  Aku benar-benar merindukanmu sampai ingin menangis. Setiap detik, menit, jam,  hari,  minggu, dan bulan semakin menyiksaku bahkan hampir membunuhku. 

Aku benci menunggu, walaupun aku tahu tidak ada yang bisa kulakukan selain menunggu. 

Aku ingin menyerah walaupun aku tahu menyerah tidak akan merubah keadaan.

LDR is really killing me now!!

Tapi....

Terimakasih sayang, untuk selalu sabar dan menungguku.

Terimakasih sayang untuk selalu mau bersamaku.

I love you more than these words.



Labels