Pengalaman Makan Makanan Haram
Setelah menimbang cukup lama, akhirnya saya putuskan untuk menulis pengalaman ini. Tapi perlu diingat, saya bukan mau pamer "ketidak tahuan" saya tentang makanan haram , sehingga saya berhasil mencicipi makanan haram ini. Bukan juga mau pamer betapa enaknya makanan haram ini, bukan juga ingin mencari sensasi. Saya hanya ingin berbagi kepada teman-teman semua, semoga bisa menjadi pelajaran bagi semuanya dan saya khususnya.
Salah satu masalah yang dihadapi ketika tinggal di negara yang mayoritas non-muslim adalah masalah makanan. Biasanya saya cari aman, saya membeli makanan dari penjual yang berkerudung saja atau yang pasti ada label halalnya. Sayangnya, meskipun saya tinggal di daerah yang lumayan banyak muslimnya saya masih kecolongan makan makanan haram. Astaghfirullah :( . Biasanya ini terjadi karena ketidak tahuan saya atau kemalasan saya untuk bertanya, karena terkadang saya malas menjelaskan panjang lebar kali tinggi atau dianggap bikin ribet.
Pengalaman pertama saya makan makanan haram adalah saat saya diajak pergi oleh teman kerja saya, dia non-muslim dan asli Thailand. Saya diajak makan di sebuah kedai mie, yang menurutnya adalah kedai mie terenak se-Songklah ( nama daerah tempat tinggal saya). Karena saya muslim, dia mengajak saya ke kedai mie yang hanya menjual ikan dan ayam saja, no babi. Alhamdulillah sedikit aman , pikir saya, meskipun sebenarnya saya ragu sekali. Lalu saya mulai bertanya tentang minyak yang digunakan, kaldu yang digunakan dan lain sebagainya, untungnya dia sabar menjelaskan. Dan bismillah, saat itu saya yakin kalau makanan itu aman saya makan. Tapi ternyata saya salah, ada makanan haram dalam mie saya, apa itu? ternyata ada MARUS atau darah yang dibekukan. Awalnya saya kira ati ayam jadi saya makan saja, tapi kenapa rasanya kenyal kayak jelly ya? Setelah saya tanya barulah saya tahu kalau itu adalah Marus . Astaghfirullah, saya kecolongan :( Menurut saya kalau kita melakukan sesuatu di luar syariat atau kasarannya sudah berbuat dosa, maka akan ada sesuatu yang magis yang tiba-tiba datang sebagai peringatan dari Allah ( tapi gak tau juga kalau itu sugesti saya saja hehehe). Setelah makan itu, tiba-tiba perut saya langsung mual dan enek, pengen dimuntahkan tapi gak sopan. Akhirnya saya berpura-pura kepedesan dan kekenyangan jadi tidak saya habiskan. Sampai di rumah perut saya pun masih mual dan tentunya ada perasaan bersalah dalam hati saya. T_T
![]() |
| Di dalemnya ada Marus :( |
Pengalaman kedua adalah ketika saya menemani teman saya dari Jepang makan di restoran Jepang, katanya dia tidak mau makan makanan Thailand karena tidak cocok di perutnya. Saya agak deg-deg an juga mau makan di restaurant Jepang yang belum jelas halal dan haramnya. Niat saya sih mau pesan minum saja, eh tapi setelah melihat menu saya tergoda juga :p Apalagi saya habis jalan-jalan seharian perut saya lapeeer banget. Saya memesan yang terlihat aman yaitu Sashimi-set, kenapa saya bilang aman? Asumsi saya Sashimi itu terdiri dari tuna dan salmon dan semuanya mentah, jadi insyaallah halal, bukannya semua yang dari laut itu halal ? :D. Sashimi set terdiri dari salmon, tuna, tempura mentah, ada nasi, miso soup, Gori berwarna merah jambu terbuat dari Jahe, dan Oba yang seperti irisan daun mint dan lobak. Tapi jangan dimakan, karena tidak jelas kehalalannya :), jadi makanlah Sashimi dan nasinya saja :D
![]() |
| Dari kiri :Sashimi ( tuna, salmon dan tempura), nasi (ini boleh dimakan :D ) Yang di piring cairan warna coklat itu campuran Wasabi dan kecap asin Jepang ( kecap asinnya yang syubhat) Yang di dalam gelas green tea Jepang, Insyaallah boleh diminum :) Yang merah Gori dan sampingnya Oba ( jangan dimakan belum jelas soalnya :D) Terakhir, yang dalam mangkok Miso Soup ( belum jelas juga ) |
Setelah makan sashimi-set itu saya rasa tidak apa-apa dan aman-aman saja, tapi saya baru mengetahui ke-tidak halalan itu setelah saya mencoba sashimi untuk yang kedua kalinya. Saya pergi bersama teman saya, karena teman saya ingin mencoba Sashimi setelah saya promosi habis-habis an ( double deh salahnya huhuhu T_T) . Selain Sashimi teman saya juga memesan salad salmon, dengan asumsi salmonnya halal dan sayuran mentahnya juga halal, jadilah kami menikmati kedua makanan haram itu bersama. Setelah selesai menghabiskan Sashimi, iseng saya buka google lagi untuk memastikan kehalalalan Sashimi. Saat makan Sashimi yang pertama kali, saya buka link ini : http://www.eramuslim.com/makanan/halalkah-sushi-amp-sashimi.htm#.VHq6nGc25LU, bisa saya simpulkan kalau Sashimi itu halal tergantung apakah kita jijik atau tidak saat memakan Sashimi. Lalu saya iseng buka blog orang lain (http://anneshajunkies.blogspot.com/2014/02/sushi-sushi-apa-yang-halal.html) disitu dia menceritakan pengalamannya saat akan makan Sushi dan Sashimi . Temannya memberanikan diri bertanya apakah disitu halal atau tidak, jawabannya adalah "kalau Sashimi nya halal, tapi kecap asin Jepangnya ada campuran sake, tapi cuma sedikit kok". What? saya langsung kaget dan mengecek kecap asin yang saya campurkan dengan wasabi tadi , sementara itu teman saya dengan masih dengan santainya makan salad salmon yang sudah dicampur dengan kecap asin dan saus wijen tadi. Ketika saya beritahu, dia langsung shock dan berhenti makan. Huaaa....kecolongan lagi !!!
![]() |
| Kalau Sashiminya doank mah Insyaallah halal :) |
![]() |
| Masih syubhat nih, amannya jangan dimakan ya.. |
Dan tiba-tiba perasaan magis datang lagi, perut saya mendadak seperti kemasukan angin dan saya bersendawa terus menerus, sementara teman saya agak sedikit pusing. Mungkin efek sake/alkohol yang ada di saus wijennya tadi, karena setelah saya searching lebih lanjut saus wijennya mengandung campuran sake/arak Jepang :(. Duh, mana tadi kami nuangin sausnya banyak banget lagi huhuhu. Kami merasa sangat menyesal, bersalah dan gak enak hati, ditambah lagi perut kami yang meledak-ledak rasanya, saya gak berhenti sendawa dan untuk menetralkan perut kami makan Indomie saja sambil banyak-banyak istighfar :(
Begitulah pengalaman saya makan makanan haram , sudah 2 kali saya kecolongan dan saya sangat menyesal, saya gak mau kejadian kayak gini terulang lagi besok. Kesimpulannya saya harus tegas pada diri sendiri, harus lebih hati-hati dan jangan ber-ijtihad ( menghukumkan sesuatu) seenak jidat. Kalau ragu jangan dimakan, karena biasanya keragu-raguan kita terbukti. Sekeren atau seenak apapun makanannya, haram tetap haram, haram dan halal gak bisa ditoleransi lagi . Kita harus berusaha jadi muslim yang baik dengan mengikuti peraturanNya salah satunya makan, makanan yang halal. Bismillah, semoga besok saya bisa mengambil pelajaran dari pengalaman ini . Semoga bermanfaat. :D
Tambahan :
Saya adalah pecinta Jepang dan otomatis pengen nyoba makanan Jepang, meskipun baru makan Sashimi aja sih. Menurut saya pada dasarnya Sashimi ( Sashimi-nya aja loh ya) itu halal, karena terdiri dari ikan laut seperti Tuna dan Salmon mentah tanpa campuran apa-apa. Makanan pelengkap Sashimi adalah Wasabi dan lobak. Biasanya untuk menetralisir rasa amisnya, kita menggunakan campuran Wasabi dan kecap Jepang. Setelah saya searching dari internet, Insyaallah Wasabi nya halal ( lebih lengkap : http://food.detik.com/read/2007/11/19/162841/854561/295/wasabi-yang-menyengatdan http://pribadi1977.blogspot.com/2008/05/damn-wasabi.html), karena Wasabi adalah sejenis umbi herbal yang memberikan sensasi pedas di hidung. Menjadi syubhat atau haram kalau sudah dicampurkan kecap asin Jepang, karena kebanyakan kecap asin Jepang memiliki campuran alkohol pada prosesnya. Banyak yang berpendapat kalau kadar alkoholnya kurang dari 1% maka halal, tapi masalahnya kecap asin di restauran kan berbeda-beda dan kita gak tahu berapa kandungan alkoholnya, jadi kita cari amannya aja deh :D ( info lebih lengkap tentang pembuatan kecap asin Jepang : http://food.detik.com/read/2010/06/28/171232/1388634/901/kecap-asin-mengandung-alkohol). Akhirnya saya mencoba membuat alternatif jalan biar aman dan besok bisa makan Sashimi lagi hehe, besok kalau saya pergi ke restaurant Jepang saya hanya akan memesan Sashimi saja. Biar aman, saya bawa kecap asin sendiri dari rumah yang sudah ada label halalnya, tapi jangan sampai ketahuan pelayannya ya hahaha. Emang sih rasanya gak seenak kalau pake kecap asin Jepang, tapi yang penting kan ada Wasabi dan Sashimi nya hehehe. Kalau mau lebih aman lagi, ya gak usah pergi ke restaurant Jepang yang belum ada label halalnya hehehe. Semoga besok saya lebih bisa berhati-hati. Amiiiiiiin . :D
Saya adalah pecinta Jepang dan otomatis pengen nyoba makanan Jepang, meskipun baru makan Sashimi aja sih. Menurut saya pada dasarnya Sashimi ( Sashimi-nya aja loh ya) itu halal, karena terdiri dari ikan laut seperti Tuna dan Salmon mentah tanpa campuran apa-apa. Makanan pelengkap Sashimi adalah Wasabi dan lobak. Biasanya untuk menetralisir rasa amisnya, kita menggunakan campuran Wasabi dan kecap Jepang. Setelah saya searching dari internet, Insyaallah Wasabi nya halal ( lebih lengkap : http://food.detik.com/read/2007/11/19/162841/854561/295/wasabi-yang-menyengatdan http://pribadi1977.blogspot.com/2008/05/damn-wasabi.html), karena Wasabi adalah sejenis umbi herbal yang memberikan sensasi pedas di hidung. Menjadi syubhat atau haram kalau sudah dicampurkan kecap asin Jepang, karena kebanyakan kecap asin Jepang memiliki campuran alkohol pada prosesnya. Banyak yang berpendapat kalau kadar alkoholnya kurang dari 1% maka halal, tapi masalahnya kecap asin di restauran kan berbeda-beda dan kita gak tahu berapa kandungan alkoholnya, jadi kita cari amannya aja deh :D ( info lebih lengkap tentang pembuatan kecap asin Jepang : http://food.detik.com/read/2010/06/28/171232/1388634/901/kecap-asin-mengandung-alkohol). Akhirnya saya mencoba membuat alternatif jalan biar aman dan besok bisa makan Sashimi lagi hehe, besok kalau saya pergi ke restaurant Jepang saya hanya akan memesan Sashimi saja. Biar aman, saya bawa kecap asin sendiri dari rumah yang sudah ada label halalnya, tapi jangan sampai ketahuan pelayannya ya hahaha. Emang sih rasanya gak seenak kalau pake kecap asin Jepang, tapi yang penting kan ada Wasabi dan Sashimi nya hehehe. Kalau mau lebih aman lagi, ya gak usah pergi ke restaurant Jepang yang belum ada label halalnya hehehe. Semoga besok saya lebih bisa berhati-hati. Amiiiiiiin . :D
Info lain tentang Sushi dan Sashimi : http://khilafahdawlaislamiyah.wordpress.com/2014/10/09/is-it-halal-to-eat-sushi-and-sashimi/




