Nasionalisme di Thailand
9 Juli nanti rakyat Indonesia akan mengadakan Pesta Demokrasi atau yang lebih sering disebut dengan PEMILU. Semenjak beberapa bulan yang lalu, media seperti TV, radio, media cetak, termasuk media sosial pun sibuk berkampanye mendukung pilihannya masing-masing. Hampir semua isi beranda Facebook saya tentang Capres dan Cawapres, entah itu sekedar share link atau komentar dari teman-teman FB saya. Mendadak seluruh topik di group WA, BBM, Line, dan grup lainnya membicarakan tentang siapa yang lebih pantas di pilih, rasanya kami sudah seperti pengamat politik saja. Kampanye-kampanye yang dinamakan kampanye hitam pun disebut-sebut sudah mulai bermunculan, media cetak, TV, sudah menunjukkan kecenderungan masing-masing. Berita tentang kelebihan dan kekurangan masing-masing Capres dan Cawapres mulai menjamur. Untung saja sekarang hanya ada dua calon, bayangkan saja jika seperti PEMILU sebelumnya, ada lima calon dengan kekuatan media yang seperti ini, pasti banyak masyarakat yang golput saking bingungnya.
Disini saya tidak akan ikut-ikut membicarakan Capres-Cawapres tersebut, saya hanya sebagai pendengar setia dari aksi-aksi media di Indonesia jadi saya tidak mau ikut-ikutan berkomentar panjang lebar, kebetulan saya sedang tidak di Indonesia jadi tidak begitu merasakan gencatan senjata dari para media tersebut. Disini saya hanya ingin membicarakan tentang nasionalisme, sedikit nyambung dengan PEMILU yang sekarang sedang gencar di Indonesia. Saya rasa setiap negara pasti punya cara masing-masing untuk mengekspresikan rasa nasionalismenya, mungkin di Indonesia salah satu cara untuk mengekspresikan nasionalisme adalah dengan tidak golput. Termasuk di Thailand ini, saya melihat masyarakat Thailand punya cara tersendiri untuk mengekspresikan nasionalismenya, seperti apa itu?
Sudah beberapa kali semenjak saya di Thailand, saya sering mengadakan travelling kecil-kecilan, ya lebih seringnya travelling shopping ke kota atau mall sih hehehe, karena untuk travelling yang benar-benar berlibur saya belum ada waktu. Suatu ketika saya pernah jalan-jalan di Mall bernama Siam Nakkarin di Hatyai, saat saya sedang asik melihat-lihat alat tulis dari satu rak ke rak yang lain tiba-tiba orang-orang di sekitar saya langsung diam, karena saya tidak tahu alasannya jadi saya cuek saja melenggang kesana kemari sampai saya diperhatikan oleh orang-orang sekitar saya. Begitu juga halnya ketika saya pergi ke pasar sore, suasana pasar tentunya sangat ribut dan sesak, ada yang tawar menawar, menawarkan dagangannya, ada yang ribut memilih-milih barang dan beradu argumen denga pedangangnya, tapi tiba-tiba semua orang mendadak mengehentikan aktivitasnya, yang sedang berjalan langsung berhenti, yang sedang berbicara langsung diam dan yang sedang duduk langsung berdiri. Kali ini saya ikutan diam, karena malu juga kalau sampai diperhatikan orang-orang hehehe. Setelah saya perhatikan dan amati lebih jauh, ternyata aksi diam mereka itu adalah karena lagu kebangsaan Thailand yang sedang di putar. Saya tidak terlalu memperhatikan, karena saya sendiri belum tahu lagu kebangsaan Thailand waktu itu, setelah saya dengar lebih seksama ternyata lagu yang diputar itu lagu yang sering dinyanyikan murid saya saat upacara. Bukan hanya di Mall atau pasar, bahakan di sekolah saya pun saat lagu kebangsaan di putar, semua aktivitas langsung berhenti.
Saya pun jadi terkagum, begini cara mereka mengungkapkan rasa nasionalismenya mereka. Semua kalangan, tua, muda, anak-anak, dewasa, entah mereka suka atau tidak suka melakukan ini tapi saat mereka mendengar lagu nasional mereka maka mereka akan mendengarkan dengan penuh khidmat. Terlepas sebenarnya mereka suka atau tidak suka pada negara mereka, saya rasa hal ini menunjukkan betapa mereka menghargai negara mereka, sekaligus mengajarkan dan menanamkan rasa cinta tanah air kepada generasi muda mereka. Minimal dengan mendengarkan lagu nasional mereka dengan khidmat, mereka akan mengenal seperti apa negara mereka. Saya bukan menganjurkan agar Indonesia juga mengikuti cara Thailand, tapi yang perlu kita tiru adalah sifat menghargai dan mencintai bangsa sendiri, seperti yang dilakukan para pahlawan kita dulu.
