Perjuangan Menuju Hat Yai, Thailand
*Tulisan ini Repost dari blog lama sekaligus mengenang 1 tahun lalu, ketika saya pertama kali menjejakkan kaki di negri gajah putih ini.
Sawadee Krab ! Akhirnya saya sampai juga di negeri gajah putih bagian selatan, setelah melewati perjuangan yang begitu berat bersama 10 orang teman saya. Dimulai ketika kami mendapatkan kabar mendadak dari pihak kampus mengenai jadwal keberangkatan kami, 22 Mei 2013 ! Ya ampuun saat itu saya dan teman-teman mungkin masih bersantai-santai karena kami diinformasikan bahwa jadwal keberangkatan adalah akhir Mei, begitu mendapat sms tersebut saya langsung pulang ke rumah (walaupun sempat menyesal juga kenapa tidak pulang dari kemarin-kemarin).
Saya hanya pulang sekitar 2 hari itu pun bolak-balik Tasik-Bandung untuk pamit ke seluruh sanak saudara , haduuh rasanya badan remuk redaaammm ditambah lagi sampai yogya saya masih harus packing, membereskan urusan sana-sini, dan mengikuti upacara pelepasan. Pada saat upacara pelepasan kami diberitahu bahwa maksimal berat koper ke thailand adalah 15 kg, haduh saya harus bongkar barang-barang lagi padahal saya bawa 2 koper saat itu. Selesai meminimalize isi koper saya segera berangkat malamnya, keberangkatan dimulai dari Bandara Adi Sucipto (Yogyakarta)-Bandara Soekarno Hatta (Jakarta)-Kuala Lumpur
Rabu, 22 Mei pukul 18.30 saya dan pengantar (waktu itu hanya ibu, adik, someone special, camer dan teman2 dekat yang datang) tiba di Bandara Adi Sucipto, dimulailah adegan tangis menangis, sebenarnya malu juga sih tapi rasanya setahun di negeri orang itu seperti akan berpisah jauh dan tak pernah bertemu lagi, padahal saya sudah 7 tahun merantau jauh dari orang tua tapi tetap saja air mata keluar juga :p
Tepat jam 8 malam, kami memulai perjalanan kami menuju Jakarta, dengan jasa si burung besi Lion Air kami tiba tepat pukul 9 malam. Sesampainya di bandara kami masih clingak-clinguk bingung mau kemana, karena pemberangkatan kami masih jam 6.30 pagi, kami memutuskan untuk beristirahat sebentar di hotel
Keesokan harinya pukul 4 pagi, kami diantar ke bandara oleh mobil, Alhamdulillah kami bisa beristirahat walaupun hanya sekitar 3 jam tapi cukup untuk meluruskan urat keriting di badan kami. Kami check in pukul 4.30, setelah itu kami mencari sarapan. Sebenarnya perut kami belum minta diisi, biasanya dia masih tidur dan baru kami isi jam 12 an (maklum lah anak kos sukanya menjama� sarapan dan makan siang), tapi kami harus makan untuk persiapan di Kuala Lumpur nanti.
Si burung besi Air Asia
Disini saya merasakan badan saya benar-benar remuk karena selain membawa beban di pundak dan tangan, kami harus beputar-putar di bandara yang sangat luas itu, dari check passport dan sidik jari turun ke tempat check in yg harus melewati berbagai macam tempat lalu menuju gerbang yang ternyata harus balik lagi di tempat kedatangan. Huaaaa remuk jantungku (seperti lagi geisha)
Akhirnya tepat pukul 10.45 kami melanjutkan penerbangan menuju Hat Yai ingin rasanya tidur di atas kursi burung besi itu, karena selain membawa barang bawaan yang banyak saya juga harus berlari sana-sini untuk mengejar waktu, tapi sayang baru 30 menit tidur saya dibangunkan oleh pramugari yang meminta kami untuk mengisi kartu kedatangan di Thailand. Huaaaa perjuangan (batin saya). Pukul 11.45 kami sampai di Hat Yai, Thailand bandara besar yang sepi (mungkin karena bukan musim liburan), disini kami pun masih harus antri panjang untuk cek passport dan mengumpulkan kartu kedatangan, ya ampuuuunn rasanya ini badan sudah minta tidur, apalgi antrian seperti ular naga karena loket yang dibuka hanya dua. BISMILLAH !
Akhirnya permainan ular panjang selesai juga..kami masih harus menunggu jemputan datang dan teman kami yang tertinggal di belakang, kami memutuskan menunggu di luar selain ada counter makanan juga ada tempat duduk yg bisa dipakai untuk beristirahat. Kami menunggu,,,Lalu bagaimana lagi?Kita lanjutkan besok ya !! Masih ada banyak petualangan yang menanti kami di Thailand ! See you !