Air Terjun Sri Ghetuk Tempat Asyik Buat Main Air ^^

Air Terjun Sri Ghetuk Tempat Asyik Buat Main Air ^^

GambarSelamat datang ! Ini adalah tulisan pertama saya tentang travelling, travelling merupakan salah satu hobi saya. Dengan bertravelling saya selalu dapat menemukan semangat baru dan inspirasi baru, mungkin karena kita bisa melihat hal-hal lain yang tidak biasa kita lihat ya?
Pada tulisan pertama ini saya akan menceritakan tentang air terjun Sri Gethuk di Gunung Kidul. Memang sudah bukan menjadi rahasia umum lagi, Gunung Kidul terkenal dengan objek wisata yang indah, menarik, sekaligus menantang, salah satunya Air Terjun Sri Ghetuk. Saat itu saya memang tidak berniat untuk pergi ke sana, tepat pada hari Minggu saya masih bermalas-malasan di atas kasur , sampai
tiba-tiba kedua teman dekat saya, Kiki dan Fiya datang dan mengajak saya dan Jane  untuk pergi ke Gunung Kidul. Alhasil dengan rayuan maut mereka saya berhasil menuruti ajakan mereka. Perjalanan dimulai, akses yang kami lalui seperti biasa Jalan Wonosari melewati Bukit Bintang dan sampai di daerah Gunung Kidul. Saya tidak terlalu hapal rutenya, karena saya hanya sebagai followers saja:)

Sampailah kami di Air Terjun Sri Gethuk, awalnya saya sempat kecewa karena saya hanya melihat sungai yang jernih dan berombak saja. "Dimana air terjunnya?" batin saya saat itu. Ya, pada awalnya saya hanya melihat sungai berwarna hijau dengan riak-riak kecil dan disebrangnya ada tumpukan batu yang dialiri air. "Oh mungkin itu air terjunnya" ujar saya sedikit kecewa, tapi bukan saya namanya kalau tidak memanfaatkan momen untuk narsis (baca : berfoto). "Meskipun tidak ada air terjun, tapi pemandangan sungainya boleh juga untuk foto-foto" fikir saya saat itu.

Selama kurang lebih 20 menit kami berfoto disitu, berganti gaya, pose dan tempat. Sampai akhirnya saya melihat banyak orang ribut-ribut naik perahu yang disewakan. Kami juga ikut tertarik, mungkin perahu itu akan membawa kami mengelilingi sungai ini. "Ya lumayanlah" pikirku. Dengan membayar sewa sebesar Rp. 7000,00 rupiah kami ikut naik perahu itu, tak lupa kami juga memanfaatkan moment diatas perahu untuk berfoto.

Perahu mulai berjalan pelan, mulanya kami hanya melihat pohon-pohon besar disekeliling kami, rasanya seperti menelusuri pedalaman hutan Kalimantan yang sering saya lihat di TV. Untunglah saat itu cuaca sedang bersahabat, sehingga langit cerah dan airnya jernih sekali. Dalam perjalanan kami sempat mengobrol dengan pengendali perahu, dari cerita beliau kami tahu bahwa air terjun ini belum lama dibuka, dan atas inisiatif beberapa pemuda (pemuda memang selalu menjadi pelopor :p)maka mereka menjadikan tempat ini sebagai objek wisata. Selain itu, sungai yang kami lewati ternyata cukup dalam juga mungkin sekitar 3-4 meter, pantas warnanya hijau sekali.

GambarSetelah melewati perjalanan yang cukup lama, akhirnya kami sampai di tempat tujuan dan ternyata sangat mengejutkan sekali, air terjun Sri Gethuk yang kami cari ada disini. Air terjun tersebut berdiri dengan kokohnya mengalirkan air dengan derasnya. Dengan perasaan gembira kami cepat-cepat turun dari perahu dan menuju air terjun tersebut, tapi sayang tempat-tempat yang kami incar sudah penuh semua, ditambah lagi gerimis mulai turun. Dengan sedikit kecewa kami berteduh di bawah pepohonan.
Tiba-tiba Huda berkata "Yoweslah ayo udan-udanan wae wes tekan kene kok" (Udah lah ya ayok, hujan-hujanan aja sudah sampai sini kok". Seperti biasa kami para perempuan selalu meributkan baju ganti, karena memang kami tidak membawa baju ganti saat itu. Akhirnya karena dorongan bermain lebih kuat kami mengabaikan semua hal tentang baju ganti. "Urusan pulang basah-basahan urusan nanti yang penting have fun !" pikir kami.

Kami memilih sebuah batu besar di pinggir sungai dan air terjun sebagai basecamp kami. Kami mulai turun ke dalam sungai dan berenang ala kadarnya sambil memegangi pinggiran batu karena kami takut akan terbawa arus dan tenggelam ke dasar sungai yang cukup dalam. Tak lupa kami memanfaatkan moment tersebut  untuk berpose dan berfoto. Sampai perhatian kami teralih pada sekelompok orang yang sedang beratraksi melompat ke ujung tebing ke dalam sungai. Saya sangat tertarik untuk mencoba, dengan membayar sewa Rp. 5000,00 per pelampung, saya menyewa pelampung bersama Huda, teman saya (saat itu yang berani mencoba baru Huda). Dengan memakai pelampung dan susah payah kami berenang menuju seberang sungai, untuk mencapai ujung tebing kami harus memanjat dinding tebing dengan akar pohon yang terjuntai. Cukup menyeramkan dan sulit juga karena saat itu tanah licin jika tidak hati-hati maka kita bisa tergelincir.

GambarSetelah melewati usaha yang cukup melelahkan akhirnya saya sampai di ujung tebing, saya sempat melihat kebawah dan waw..ternyata lumayan tinggi ya, saya jadi ragu bagaimana kalo tiba-tiba pelampung ini terlepas?Atau ternyata pelampung ini pelampung palsu?Ah sudahlah tidak usah berfikiran macam-macam Insyaallah Allah melindungi saya. Akhirnya setelah membulatkan tekad saya terjun.

Bismillah
Satu
Dua
Tiga
Lompat !

Byuurr".Saya melompat kedalam sungai, rasanya masuk ke dalam air tak menentu antara perih terkena cipratan air yang begitu keras, bingung mengatur nafas, takut dan lega setelah berhasil "nongol" ke permukaan. Alhamdulillah saya berhasil, saya berhasil mengalahkan ketakutan saya, ternyata tidak sesulit dan semenyeramkan yang saya kira. Akhirnya saya malah kecanduan dan ingin mengulangi lagi hehehe. Fia saya ajak dan akhirnya dia berani mencoba, memang paling sulit adalah mengalahkan diri sendiri. Seandainya tadi saya lebih mementingkan rasa takut mungkin saya tidak akan pernah mencoba sensasi yang luar biasa itu.

Air terjun Sri Gethuk memang sangat mengasyikkan dan menurut saya merupakan salah satu tempat yang recommended untuk semua yang suka travelling alam terutama yang berbau air. Tempat ini juga cocok untuk beromantis-romantis ria, tapi saran saya lebih baik datang bersama teman-teman karena akan lebih menyenangkan. Silahkan mencoba, Have Fun !

*Repost dari blog lama

Labels